Skip to content
bolakayu.id
Menyibak Industri, Menerbitkan & Akal Imitasi (AI)
On bolakayu.id
On Research Publication
On Indonesia Realm
(14)
On Industrial Downstreaming
(57)
On Industrial Economic
(49)
On Industrial Education
(24)
On Industrial Engineering
(6)
On Industrial Management
(11)
On Industrial Park
(11)
On Industrial Philosophy
(30)
On Industrial Policy
(30)
On Industrial Risk
(23)
On Industrial Social-Politics
(18)
On the Bolakayu Book Collection
(43)
On the Philosophy & Others
(5)
17.06
Thomas Piketty’s Capital in the Twenty-First Century
11.06
Apa yang Membuat Hidup Layak Dijalani?
10.06
Apa Saja Argumen tentang Ketiadaan Tuhan?
10.06
Apa Saja Argumen tentang Keberadaan Tuhan?
10.06
Apakah Ribuan Agama Menuju Tuhan yang Hakikatnya Sama?
10.06
Mengapa Kita Merindukan Masa Lalu yang Sebenarnya Tidak Lebih Baik
04.06
Bagaimana Indonesia dapat mempercepat transfer teknologi dari investor asing kepada tenaga kerja dan perusahaan nasional?
04.06
Apa strategi terbaik untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja Indonesia tanpa mengorbankan kesejahteraan pekerja?
04.06
Mengapa Indonesia Sulit Membiayai Lompatan Industrinya
04.06
Model hubungan industrial seperti apa yang paling efektif untuk menciptakan stabilitas, keadilan, dan produktivitas di industri Indonesia?
04.06
Menimbang Ulang Ramalan tentang Otomatisasi dan Masa Depan Kerja Industri Indonesia
01.06
(Desk Study) Bagaimana sistem manajemen sumber daya manusia dapat dirancang sebagai subsistem sosioteknik yang terintegrasi dengan sistem produksi, bukan sebagai fungsi administratif terpisah?
01.06
(Desk Study) Mengapa kawasan industri dengan insentif fiskal serupa menghasilkan kinerja industrial deepening yang berbeda secara dramatis lintas yurisdiksi sub-nasional?
01.06
(Desk Study) Bagaimana model workforce planning dapat mengoptimalkan komposisi tenaga kerja lokal versus ekspatriat dengan mempertimbangkan kendala transfer keterampilan dan biaya?
01.06
(Desk Study) Metrik dan kerangka pengukuran kinerja terintegrasi apa yang dapat menangkap kawasan industri sebagai sistem sosioteknik kompleks, bukan kumpulan fasilitas terpisah?
01.06
(Desk Study) Sinkronisasi Ritme Manusia–Mesin dalam Sistem Produksi Berkecepatan Tinggi: Pengaruh *Entrainment* Tempo terhadap Insiden Keselamatan dan Kelelahan Kumulatif
01.06
(Desk Study) Konsentrasi Kepemilikan Asing dan Pola Technological Learning di Kawasan Industri Berbasis Sumber Daya: Sebuah Kerangka Konseptual dengan Ilustrasi Empiris dari Hilirisasi Nikel Indonesia
01.06
(Desk Study) Merancang Mekanisme Koordinasi Produksi Antar-Tenant di Kawasan Industri: Arsitektur Tata Kelola, Insentif, dan Tata Bersama Sumber Daya untuk Menekan Idle Capacity dan Bottleneck Lintas-Perusahaan
01.06
Ketika Pabrik Saling Bertetangga tetapi Tak Saling Bicara: Teka-Teki Koordinasi di Kawasan Industri
31.05
Mengapa fragmentasi—antar pekerja, antar serikat, antar lokasi—begitu konsisten menyertai akumulasi industrial; apakah ia efek samping atau prasyarat?
31.05
Jika otomasi menghapus kebutuhan akan kerja manusia, apakah ia membebaskan manusia atau menghapus dasar di mana manusia selama ini menuntut bagiannya?
31.05
Apakah “industri hijau” sebuah kontradiksi yang ditunda, atau jalan keluar yang nyata—dan bagaimana kita membedakan keduanya sebelum terlambat?
31.05
Siapa yang memegang kekuasaan dalam sistem industri, dan bagaimana kekuasaan itu dikendalikan?
31.05
Sejauh mana bentuk pabrik tertentu mengandaikan—dan karenanya mereproduksi—bentuk masyarakat tertentu?
31.05
Kepada siapa sebuah industri berutang—pemegang saham, pekerja, komunitas sekitar, generasi mendatang, atau ekosistem—dan bagaimana klaim-klaim itu ditimbang ketika bertabrakan?
31.05
Apakah industri sebuah sarana yang kita pakai untuk mencapai tujuan-tujuan manusiawi, atau ia telah menjadi tujuan yang kepadanya kehidupan manusia kini diatur sebagai sarana?
31.05
Apakah pabrik sebuah ruang ekonomi yang kebetulan punya dimensi politik, atau sebuah rezim pemerintahan (governance) yang menyamar sebagai unit ekonomi?
31.05
Apakah ada kewajiban moral untuk menolak efisiensi ketika efisiensi itu sendiri yang menghasilkan dehumanisasi?
31.05
Bagaimana waktu mengalami transformasi ketika ia diukur dalam unit output—apakah jam pabrik masih waktu yang sama dengan jam kehidupan?
31.05
Ketika tubuh pekerja menyesuaikan ritmenya dengan mesin, siapa yang sedang bekerja: manusia melalui mesin, atau mesin melalui manusia?
31.05
Apakah teknologi memiliki logika internal yang menentukan arah perkembangannya, atau ia sepenuhnya plastis terhadap kehendak sosial?
31.05
Apa hubungan filosofis antara kedaulatan nasional dan industrialisasi; Bisakah suatu negara benar-benar berdaulat tanpa basis industri strategis?
31.05
Apakah manusia harus mempertahankan “hak untuk bekerja” atau beralih pada “hak untuk hidup layak” di era industri otomatis?
31.05
Jika otomatisasi dan AI menggantikan sebagian besar pekerjaan, apa legitimasi moral industri di masa depan; bagaimana industri mempertahankan kontrak sosialnya ketika kebutuhan terhadap tenaga kerja menurun?
31.05
Seberapa jauh negara boleh mengintervensi industri; apakah industri idealnya dipandu pasar bebas, negara pembangunan, atau model hibrida?
31.05
Apakah kawasan industri dan korporasi besar merupakan bentuk kekuasaan politik baru;
Ketika perusahaan memengaruhi kota, tenaga kerja, dan kebijakan, apakah ia menjadi aktor politik?
31.05
Siapa yang memikul tanggung jawab moral atas dampak industri?
31.05
Apakah keuntungan (profit) dapat menjadi tujuan moral yang sah?
Jika ya, dalam batas dan syarat seperti apa?”
31.05
Apakah industri memiliki tanggung jawab moral di luar kepatuhan hukum?
31.05
Apa makna filosofis kerja dalam sistem industri: transaksi ekonomi atau sumber identitas, harga diri, dan makna hidup?
31.05
Untuk Siapa Industri Dibangun?
31.05
Bagaimana industri seharusnya mendefinisikan hubungan antara manusia dan mesin; Apakah teknologi adalah alat pembebasan atau instrumen subordinasi baru?
31.05
Apakah efisiensi selalu merupakan kebajikan (virtue) dalam industri?
Adakah kondisi ketika efisiensi justru bertentangan dengan keadilan atau martabat manusia?
31.05
Di mana batas antara pembangunan industri dan industrialisme? Kapan industrialisasi menjadi ideologi yang mendominasi seluruh kehidupan sosial?”
31.05
Apakah kemajuan industri identik dengan kemajuan manusia? Bisakah suatu masyarakat sangat maju secara industri tetapi gagal secara kemanusiaan?
30.05
Apakah industrialisasi merupakan tahapan alamiah perkembangan masyarakat atau pilihan politik tertentu?
30.05
Apakah mungkin ada industri yang sepenuhnya berkelanjutan: ataukah seluruh industri pada dasarnya tetap melibatkan pertukaran (trade-off) ekologis?
30.05
Seperti apa filsafat industri abad ke-21 yang ideal: apakah ia harus berbasis efisiensi, keberlanjutan, martabat manusia, ketahanan nasional, atau sintesis seluruhnya?
30.05
Apa sesungguhnya tujuan eksistensial industri:
Apakah industri semata alat produksi dan pencipta nilai ekonomi, atau institusi sosial yang membentuk peradaban?
30.05
Janji Efisiensi Kolektif: Apakah Kawasan Industri Terpadu Benar-Benar Menghasilkan Keunggulan Bersama?
30.05
Bagaimana Kawasan Industri Bisa Menjadi Instrumen Pembangunan, Bukan Sekadar Kantong Pertumbuhan
30.05
Mengapa Sebagian Kawasan Industri Indonesia Berkembang Cepat Sementara Lainnya Stagnan?
30.05
Mengapa Industri Manufaktur Indonesia Sering Kalah Bersaing dengan Sektor Ekstraktif dan Jasa
29.05
Bagaimana Posisi Indonesia dalam Kompetisi ‘Industrial Policy’ Global?
29.05
Apakah industrial competitiveness Indonesia terlalu bergantung pada upah murah?
29.05
Bagaimana strategi membangun industrial champions nasional?
29.05
Apa dampak ketidakpastian regulasi terhadap keputusan investasi industri?
29.05
Bagaimana masa depan industrialisasi gas alam Indonesia di tengah transisi energi?
29.05
Mengapa banyak sektor agroindustri Indonesia gagal naik kelas menjadi branded industrial products?
29.05
Bagaimana industrialisasi berbasis sawit dapat bergerak menuju produk specialty chemicals dan biomaterial?
29.05
Apakah larangan ekspor bahan mentah merupakan strategi industrial yang optimal bagi Indonesia?
29.05
Bagaimana strategi industrialisasi berbasis nikel dapat bertahan jika terjadi perubahan teknologi baterai global?
29.05
Apa indikator terbaik untuk mengukur kualitas hilirisasi nasional?
29.05
Bagaimana menghindari jebakan “resource-based industrialization” agar hilirisasi tidak berhenti pada smelting?
29.05
Bagaimana membangun strategi industrial upgrading Indonesia menuju industri bernilai tambah tinggi?
29.05
Mengapa kontribusi manufaktur terhadap PDB Indonesia cenderung stagnan dan apa akar strukturalnya?
29.05
Apa risiko deindustrialisasi dini (premature deindustrialization) bagi Indonesia dan bagaimana mencegahnya?
29.05
Apakah pendekatan kawasan industri masih relevan sebagai mesin industrialisasi abad ke-21?
29.05
Bagaimana merancang industrial policy adaptif yang tahan terhadap pergantian pemerintahan dan siklus politik?
29.05
Apakah Indonesia membutuhkan kebijakan industri yang lebih proteksionis atau lebih kompetitif-global?
29.05
Mengapa sebagian kebijakan industri Indonesia berhasil pada sektor tertentu namun gagal direplikasi pada sektor lain?
29.05
Bagaimana cara mengukur keberhasilan industrial policy Indonesia di luar indikator investasi dan ekspor?
27.05
Hilirisasi Kayu Indonesia
27.05
Hilirisasi Gas Alam Indonesia: Sebuah analisa industri dan ekonomi politik
27.05
Hilirisasi Biofuel Indonesia: Sebuah pemeriksaan terhadap salah satu eksperimen energi terbarukan paling agresif di dunia berkembang
27.05
Hilirisasi Minyak Bumi Indonesia (yang berjalan di tempat)
27.05
Hilirisasi Emas & Perak Indonesia
27.05
Hilirisasi Kobalt Indonesia
27.05
Hilirisasi ‘Logam Tanah Jarang’ Indonesia
27.05
Hilirisasi Aspal Buton Indonesia: Sebuah Paradoks Hilirisasi.
27.05
Hilirisasi Pasir Silika Indonesia: Membaca Ambisi Hilirisasi Silika Indonesia di Tengah Bayang-Bayang China
27.05
Hilirisasi Mangan Indonesia
27.05
Hilirisasi Besi/Baja Indonesia
27.05
Hilirisasi Bauksit Indonesia
27.05
Hilirisasi Getah Pinus Indonesia di Persimpangan Ambisi Industri
27.05
Hilirisasi Rumput Laut Indonesia: Mengapa Indonesia Tetap Menjadi Pengirim Bahan Mentah di Pasar Hidrokoloid Global.
27.05
Hilirisasi Rajungan Indonesia dan Batas-Batasnya
27.05
Hilirisasi Tilapia/Nila Indonesia: Ikan yang Tidak Pernah Sampai ke Pelabuhan
27.05
Hilirisasi Udang Indonesia
27.05
Hilirisasi Tuna-Cakalang-Tongkol di Indonesia
27.05
Hilirisasi Pala Indonesia
27.05
Hilirisasi Kopi Indonesia di Tengah Bayang-Bayang Vietnam dan Brasil
27.05
Hilirisasi Timah Indonesia dan Paradoks Negara Penghasil
27.05
Hilirisasi Tembaga Indonesia
27.05
Hilirisasi Kelapa Indonesia: Janji Lima Ribu Triliun di Tengah Pohon-Pohon Tua
27.05
Hilirisasi Karet Indonesia
27.05
Hilirisasi Kakao Indonesia: Sebuah pembacaan atas kontradiksi struktural industri kakao Indonesia
27.05
Hilirisasi Sawit Indonesia: di Persimpangan Jalan?
27.05
Hilirisasi Batubara Indonesia: Ambisi Besar di Persimpangan Realitas Industri
26.05
Hilirisasi Pertanian Indonesia: Ambisi, Anatomi, dan Anggaran Realitas
26.05
Industri Indonesia Hari Ini: Deindustrialisasi Prematur? Ada harapan?
25.05
Satu Pintu untuk Komoditas Negeri:
Membaca Pro dan Kontra Pendirian Danantara Sumberdaya Indonesia sebagai Eksportir Tunggal Indonesia
17.05
Bagaimana pengaruh budaya kerja multinasional terhadap kinerja operasional di kawasan industri?
16.05
(Desk Study) Bagaimana model simulasi kebijakan industri dapat membantu pemerintah dalam merancang pengembangan kawasan hilirisasi mineral?
16.05
Faktor apa yang paling memengaruhi produktivitas tenaga kerja di kawasan industri berbasis smelter?
16.05
Bagaimana korupsi memengaruhi iklim investasi, produktivitas ekonomi, dan daya saing industri Indonesia?
16.05
Bagaimana mekanisme korupsi dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah berkembang di era digital dan e-procurement?
16.05
Bagaimana korupsi memengaruhi kualitas pelayanan publik seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur?
16.05
Sejauh mana ketimpangan ekonomi dan kemiskinan berkaitan dengan toleransi sosial terhadap korupsi?
16.05
Apa model pemberantasan korupsi paling realistis dan efektif bagi Indonesia jika mempertimbangkan kondisi politik, budaya, dan ekonomi nasional?
16.05
Sejauh mana korupsi di Indonesia bersifat individual, dan sejauh mana ia merupakan fenomena sistemik?
16.05
Apa sektor-sektor paling rentan terhadap korupsi di Indonesia, dan mengapa sektor tersebut memiliki kerentanan tinggi?
16.05
Bagaimana struktur hubungan antara elite politik, birokrasi, dan pengusaha membentuk ekosistem korupsi?
16.05
Bagaimana hubungan antara biaya politik elektoral dan tingkat korupsi di tingkat pusat maupun daerah di Indonesia?
16.05
Sejauh mana otonomi daerah pasca-Reformasi memengaruhi pola dan penyebaran korupsi di Indonesia?
16.05
Korupsi sebagai arsitektur kekuasaan Indonesia: akar dan dampaknya.
16.05
Apakah hilirisasi mendorong munculnya ekosistem riset dan inovasi domestik, termasuk kolaborasi kampus–industri?
15.05
Berbagai Perspektif tentang Kawasan Industri Morowali: pro dan kontra.
15.05
Serikat di Bawah Bayang Negara: Membaca Model Perburuhan Tiongkok dan Cerminnya pada Kita
15.05
Bagaimana korporasi di China mengelola keseimbangan antara efisiensi kerja tinggi dengan isu kesejahteraan pekerja dan burnout?
15.05
Faktor apa yang membuat banyak perusahaan di China mampu menciptakan tenaga kerja yang cepat belajar, adaptif, dan kompetitif di pasar global?
15.05
Bagaimana perusahaan-perusahaan di China membangun disiplin kerja dan budaya organisasi yang mampu menjaga produktivitas tinggi dalam skala besar?
15.05
Mengapa Insinyur, bukan Profesional SDM ala Western, yang Membawa Perusahaan Cina Mengglobal: Anatomi Tata Kelola SDM ala Tiongkok
15.05
Bayangan Tiga Dekade ke Depan: Ekonomi Global, Kecerdasan Buatan, dan Kompetensi Manusia di Bawah Tekanan Transformasi
15.05
Bagaimana hubungan antara hilirisasi dan dinamika geopolitik global, khususnya pengaruh China, United States, dan negara-negara lain terhadap kebijakan industri Indonesia?
14.05
Bagaimana posisi Indonesia dalam rantai pasok global setelah hilirisasi: sebagai pusat teknologi, manufaktur menengah, atau sekadar pemasok bahan setengah jadi?
14.05
Insentif Fiskal untuk Hilirisasi: Apakah Manfaat Jangka Panjangnya?
14.05
Apakah program hilirisasi memperkuat kapasitas negara dalam tata kelola industri?
14.05
Mengukur Hilirisasi: Berapa Banyak Kelas Menengah Industri yang Sebenarnya Tercipta?
14.05
Bagaimana dampak hilirisasi terhadap struktur sosial masyarakat di daerah tambang dan kawasan industri baru?
14.05
Hilirisasi nikel, apakah memperkuat kemandirian industri nasional atau justru meningkatkan ketergantungan pada modal, teknologi, dan pasar luar negeri?
14.05
Hilirisasi nikel dan dampaknya terhadap peningkatan nilai tambah domestik dibandingkan model ekspor bahan mentah sebelumnya.
14.05
Hilirisasi Nikel berbagi kue: Anatomi Distribusi Manfaat Ekonomi Antara Pusat, Daerah, Investor Asing, dan Masyarakat Lokal
14.05
Hilirisasi Nikel dan Lapangan Kerja Lokal: Apa yang Dikatakan Data tentang Jumlah dan Kualitas Pekerjaan yang Tercipta?
14.05
Hilirisasi Nikel, apakah mampu menjadi fondasi industrialisasi nasional yang berkelanjutan, atau hanya menciptakan boom komoditas baru dengan wajah berbeda?
14.05
Hilirisasi Nikel, apakah memindahkan Pengetahuan, atau Hanya Pekerjaan?
14.05
Abdurrahman Wahid’s Tuhan Tidak Perlu Dibela
14.05
Nurcholish Madjid’s Pintu-Pintu Menuju Tuhan
14.05
Lesley Hazleton’s After the Prophet (terj)
14.05
Ryan Holiday’s Keberanian Adalah Panggilan untuk Bertindak
14.05
Kuntowijoyo’s Pengantar Ilmu Sejarah
14.05
Tan Malaka’s Menuju Republik Indonesia
14.05
Noam Chomsky & Ilan Pappé’s On Palestine.
14.05
Rabindranath Tagore’s Agama Manusia (terj)
14.05
Hildred Geertz’s Keluarga Jawa
14.05
Carool Kersten’s Mengislamkan Indonesia: Sejarah Peradaban Islam di Nusantara
14.05
Lesley Hazleton’s Agnostik: Sebuah Manifesto Penuh Gairah karya
14.05
Ayaan Hirsi Ali’s Belalah Hak-hakmu: Perempuan Dalam Islam (terj)
14.05
Ayaan Hirsi Ali’s Heretic: Mengapa Islam Perlu Reformasi Sekarang.
14.05
Hans Rosling’s Factfulness
14.05
Paulo Freire’s Pendidikan Kaum Tertindas (terj)
14.05
Antonius Sumarwan’s Menyeberangi Sungai Air Mata
14.05
Benedict R. O’G. Anderson’s Kuasa-Kata: Jelajah Budaya-Budaya Politik di Indonesia
14.05
Christopher Hitchens’s God Is Not Great
14.05
Tim Coulson’s A Little History of Everything
13.05
Sam Harris’s Free Will
13.05
Bill Bryson’s The Body: A Guide for Occupants
13.05
Phil Zuckerman’s Masyarakat Tanpa Tuhan (terj)
13.05
Daniel Dennet’s Breaking the Spell (terj)
13.05
Martin Suryajaya’s Principia Logika
13.05
Martin Suryajaya’s Sejarah Estetika
13.05
Bertrand Russel’s Sejarah Filsafat Barat (terj)
13.05
Bertrand Russel’s Bertuhan Tanpa Agama (terj)
13.05
Bertand Russel’ Authority & Individual (terj)
13.05
Karen Armstrong’s Islam: A Short History
13.05
Vandana Shiva’s Berdamai dengan Bumi (terj)
13.05
Mengapa Lulusan SMK Justru Menjadi Penganggur Terbesar?
13.05
Cara Warga Indonesia Memandang Investasi Jepang, Korea, China, Amerika, India, dan Dunia
13.05
Mengurai Daya Pikat Indonesia di Mata Investor Dunia
13.05
Washington, Beijing, Moskwa, dan Teheran: Cara Warga Indonesia Membaca Dunia yang Retak
13.05
Demokrasi di Ujung Jempol: Membaca Preferensi Politik Anak Muda Indonesia di Era Algoritma
13.05
Pergeseran Religiusitas Anak Muda Indonesia dalam Arus Global
13.05
Apakah Kesiapan SDM Menentukan Arah Investasi ke Indonesia?
13.05
Mengapa Tenaga Kerja Asing Selalu Memantik Api di Indonesia
13.05
Bagaimana tingkat persaingan lokal dan dominasi kelompok usaha tertentu memengaruhi peluang masuk dan pertumbuhan investor baru di Indonesia?
13.05
Sejauh mana risiko lingkungan dan bencana alam, seperti gempa bumi, banjir, atau kebakaran hutan, dapat memengaruhi operasional bisnis?
13.05
Bagaimana risiko politik dan dinamika pemilu dapat memengaruhi iklim usaha dan kepastian investasi di Indonesia?
13.05
Apa risiko ketenagakerjaan yang perlu diperhatikan, termasuk regulasi tenaga kerja, upah minimum, dan potensi konflik industrial?
13.05
Bagaimana fluktuasi nilai tukar rupiah dan kondisi makroekonomi memengaruhi profitabilitas investasi asing?
13.05
Seberapa rentan rantai pasok industri terhadap gangguan logistik, infrastruktur, atau kondisi geografis Indonesia?
13.05
Bagaimana tingkat korupsi dan tata kelola memengaruhi risiko operasional perusahaan di Indonesia?
13.05
Apa saja tantangan birokrasi dan perizinan yang dapat menghambat operasional bisnis di Indonesia?
13.05
Seberapa besar risiko perubahan kebijakan pemerintah terhadap sektor industri tertentu?
13.05
Bagaimana stabilitas regulasi di Indonesia memengaruhi kelangsungan investasi jangka panjang?
13.05
Apa di benak Investor ketika hendak berinvestasi di Indonesia.
12.05
Bagaimana dominasi sektor informal dan ekonomi berbasis komoditas membentuk orientasi pendidikan—dan menyangsikan janji “siap kerja” di Indonesia
12.05
Antara Aksara dan Algoritma: Apa yang Seharusnya Diajarkan kepada Anak Indonesia dalam Dua Dekade ke Depan
12.05
Mengapa negara-negara industri maju seperti Jepang, Korea Selatan, dan China mampu membangun sistem pendidikan yang selaras dengan strategi industrialisasi nasional, sementara Indonesia masih mengalami fragmentasi kebijakan?
12.05
Sejauh mana pendidikan vokasi di Indonesia mampu menjadi fondasi pembangunan industri manufaktur dan teknologi nasional?
12.05
Tentang sebuah ironi panjang dalam pendidikan Indonesia—dan mengapa para lulusan kita, yang dididik untuk dunia kerja, justru paling sering tak mendapat pekerjaan
12.05
Pendidikan yang Menghasilkan Ijazah, Industri yang Membutuhkan Kecakapan: Mengapa Kesenjangan Itu Begitu Besar di Indonesia?
12.05
Bagaimana pengaruh budaya birokrasi, politik anggaran, dan korupsi terhadap efektivitas kebijakan pendidikan di Indonesia?
12.05
Apakah sistem pendidikan Indonesia lebih berfungsi sebagai sarana mobilitas sosial atau justru mereproduksi ketimpangan kelas sosial?
12.05
Hubungan antara pendidikan formal di Indonesia dengan kebutuhan nyata dunia industri dan pasar kerja saat ini
12.05
Mengapa banyak lulusan perguruan tinggi di Indonesia mengalami mismatch pekerjaan atau kesulitan memperoleh pekerjaan yang layak?
12.05
Anatomi krisis mutu dan kesejahteraan pendidik di republik yang menyebut mereka “pahlawan tanpa tanda jasa”
12.05
Mengapa Literasi, Numerasi, dan Nalar Kritis Pelajar Indonesia Berkali-kali Tertinggal di Asesmen Internasional
12.05
Apa yang Sebenarnya Dipikirkan Generasi Muda Indonesia tentang Politik
12.05
Bagaimana Politik Dinasti Kembali Berakar di Indonesia
12.05
Kembalinya Militerisme di Dunia Sipil Indonesia
11.05
Bill Bryson’s A Short History of Nearly Everything 2.0*
11.05
Peta Hilirisasi Indonesia: Janji, Jebakan, dan Jalan Tengah
11.05
Hanya yang Positif dari Hilirisasi Mineral Indonesia
11.05
Bisakah Indonesia Menjadi Smelter Dunia?
11.05
Mengapa Cetak Biru Hilirisasi Nikel Tak Mudah Direplikasi untuk Bauksit, Tembaga, dan Timah
11.05
Membaca Ulang Ruang-Ruang Investasi Indonesia
11.05
Anatomi Beban Logistik Indonesia dan Beratnya bagi Pabrik Kita
11.05
Dua Belas Tahun Eksperimen Besar Hilirisasi Mineral Indonesia
11.05
Deindustrialisasi prematur Indonesia dan erosi diam-diam pekerjaan formal
11.05
Mengkritisi Pendidikan Vokasi Indonesia yang tampak gagal memenuhi ekspektasi.
10.05
Premanisme di Indonesia, konon menghancurkan industri/ekonomi nasional. Benarkah?
10.05
Tentang Investasi, Pertumbuhan Ekonomi dan Penciptaan Lapangan Kerja di Indonesia
10.05
Bagaimana Korupsi Menghancurkan Industri
10.05
Tentang Tionghoa di Indonesia: ekonomi dan pergulatan identitas yang mungkin tak akan tuntas
10.05
Social License to Operate bagi Industri: prasyarat keberlanjutan dan profitabilitas?
10.05
Risiko Compliance Industri di Indonesia: Membaca Cuaca, Bukan Membaca Peta
10.05
Dinasti Politik Indonesia dan Risikonya Bagi Dunia Industri
10.05
Mengelola Risiko Industri di Indonesia di Antara Compliance, Governance, dan Engagement
09.05
Manufaktur Indonesia masih kompetitif?
09.05
Hilirisasi Sektor Pertanian Indonesia dan persoalan nilai tambah
09.05
Analisa Hilirisasi Bauksit Indonesia: Kondisi dan Prospek Industri Alumunium Indonesia
09.05
Apa sektor industri paling potensial di Indonesia dalam 5-10 tahun ke depan?
09.05
Tantangan Tekstil, Elektronik & Otomotif Indonesia
09.05
Mengapa Industri Kita Sulit Beranjak dari Pemasok Bahan Mentah
09.05
Transisi Menuju Energi Hijau dan Dirty Energy Sektor Hilirisasi Indonesia.
09.05
Efektifkah Kebijakan Pemerintah dalam Sektor Industri?
09.05
Mengapa Indonesia lakukan Hilirisasi?
09.05
Analisis tentang surutnya manufaktur Indonesia, dan apa yang hilang ketika sebuah negeri berhenti memproduksi
09.05
Tentang Kebangkitan Ekonomi Tiongkok dan Apa yang Bisa Dipelajari Indonesia
09.05
Hilirisasi Nikel, mengapa Investor China Mendominasi?
08.05
Mengapa Industri China Bisa Sangat Murah?
08.05
Kampus Sebagai Pabrik Pekerja, hanya itukah?
07.05
Talal Asad’s Genealogies of Religion (1993)
07.05
Charles Taylor’s The Secular Age (2007)
07.05
Edward Said’s Orientalism (1978)
07.05
Stephen Prothero’s God Is Not One (2010)
07.05
Clifford Geertz’s The Interpretation of Cultures (1973)
07.05
Émile Durkheim’s The Elementary Forms of Religious Life (1912)
07.05
William James’s The Varieties of Religious Experience (1902)
07.05
Rudolf Otto’s The Idea of the Holy (1917)
07.05
Mircea Eliade’s The Sacred and the Profane (1957)
07.05
Karen Armstrong’s The History of God (1993) (terj)
07.05
Joseph Campbel’s Hero with a Thousand Faces (1949)
05.05
Untuk Apa Sekolah Itu?
05.05
Ironi Perguruan Tinggi: Lulusan Besar, Pekerjaan Kecil
04.05
Ironi Gerakan Buruh di Indonesia: Antara Perjuangan dan Fragmentasi
23.03
Vandana Shiva: Tokoh Perlawanan
01.03
Keterampilan Baca sebagai Fondasi Daya Saing Bangsa
01.03
Keterampilan Baca Anak Indonesia: Separah Apa Sih?
24.02
Produktivitas Pekerja Indonesia
23.02
Ketika Korupsi Tak Lagi Jelas: Akar Budaya dari Kejahatan yang Menjadi Kebiasaan
23.02
Mengapa Pejabat Harus Kaya? Akar Kultural Permisivitas terhadap Dinasti dan Korupsi
23.02
Di Antara Abu-Abu: Cara Timur Indonesia Memahami Dunia
23.02
Relasi Kuasa Multinasional di Tempat Kerja
Loading Comments...
Write a Comment...
Email
Name
Website